Materi, Tugas, Artikel, Kuliah dan Umum

Blog Archive

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Tampilkan postingan dengan label kuliah manajemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliah manajemen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Mei 2016

Artikel Penelitian Penarik Andong dan Pengrajin Andong


Penarik Andong dan Pengrajin Andong

Artikel Penelitian Penarik Andong dan Pengrajin Andong ini di susun bersama Aldrian Samuel Kambe mahasiswa Fakultas Manajemen. Berikut hasil observasi yang telah di lakukan, kami susun kembali.

OBSERVASI PERTAMA

Pada tanggal observasi : 25 maret 2015
Tempat atau lokasi : Jalan malioboro
Subek observasi : penarik andong
Nama : Bapak harjono
Usia : 40 tahun
Pengalaman Profesi : Bantul yogjakarta

Keluarga bapak Harjono memiliki dua anak ,anaknya yang pertama SMA,dan anaknya yang kedua SMP. Penjelasan dari bapak harjono yang kami dapat adalah : bapak harjono kehidupan sehari-hari bekerja sebagai penarik andong,dalam sehari bapak harjono biasanya mendapat pelanggan 3-4 kali di hari libur,1-2 kali di hari biasa,dan bapak harjono tak patah semangat walaupun pelanggannya hanya sedikit tetapi ia terus berusaha agar mendapatkan pelanggan yang banyak. Dia berkata menarik andong itu cape tetapi itulah pekerjaan sehari-hari walaupun tak mengenal cape,di tambah lagi panas teriknya mata hari ia terus semangat untuk mendapatkan uang,walaupun tidak banyak. Pendapatan sehari yang di dapat bapak harjono tak menentu yang penting untuk memenuhi kehidupan sehari- hari termasuk makan dan minum sehari-hari. Lalu kuda bapak harjono memiliki 3 ekor ketika kudanya yang satunya sakit bias ada kuda yang satunya. Di tambah lagi biaya perawatan kuda ketika kudanya sakit biaya perawatan kuda sekitar 40 ribu rupiah, belum lagi di tambah kudanya di beri makan. Biasanya kuda di beri makan dedek dan pohon kacang tanah ketika musim hujan, dan rumput di musim kemarau. Lalu modal bapak harjono ketika ia membeli andong senilai seharga 15,4 juta rupiah dengan rincian harga kuda senilai 15 juta rupiah dan di tambah lagi dengan kereta andong senilai seharga 400 ribu rupiah. Dan kudanya bias menarik andong pada usia 3 tahun, lalu kudanya itu sebelumnya di latih selama 4 bulan oleh bapak harjono sendiri agar kudanya bisa mengerti dan jinak pada tuannya.

Dengan melihat kedaan bapak harjono pekerjaan kehidupan sehari-hari sebagai penarik andong, maka pemerintah membantu bapak harjono dengan memberikan celana kuda, walaupun tidak banyak tetapi bapak harjono sangat berterima kasih kepada pemerintah yang membantunya. Lalu penjelasan ketika pada zaman sebelum tidak ramai di malioboro, ketika sepinya andong di malioboro pada tahun 90-an andong menjadi sepi karena banyak angkot , jadi ketika itu banyak orang yang yang lebih suka naik angkot di bandingkan naik andong, karena angkot lebih cepat di bandingkan dengan andong pada saat itu juga malioboro orang-orangnya juga tidak ramai dan situasi dan keadaannya belum begitu ramai sehingga para penarik andong banyak yang beralih profesinya.

OBSERVASI KEDUA

Tanggal Observasi : 8 April 2015
Lokasi Observasi : Desa Jetis, Kelurahan Patalan, Kecamatan Jetis,
Kabupaten Bantul
Subyek Observasi : Pengrajin Andong
Nama : Bapak Sumardi
Usia : 50 thn (Anak ke 3 dari 5 bersaudara, Generasi ke-3 pengrajin andong dari tahun 1900)
Keluarga : Memiliki 2 anak, yang pertama sudah kerja, yang kedua masih SD kelas 5

Penjelasan yang didapat:

- Harga pembuatan andong tergantung dari pemesanan, biasanya 1 andong 60 jt.
- Pak Sumardi mempelajari pembuatan andong dari ayahnya.
- Pak Sumardi dibantu keempat saudaranya dalam pembuatan andong.
- Lama pembuatan andong 4-5 bulan.
- Untuk membeli andong harus melakukan pemesanan terlebih dahulu.
- Saat dibengkel kami menemukan andong Gusti Yuda, Adik Sultan
Hamengkubowono X.
- Menurut Pak Sumardi, pemesanan andong makin menurun dari tahun ke tahun.


OBSERVASI KETIGA

Pada tanggal observasi : 18 juli 2015
Tempat atau lokasi : Jalan giwangan
Subek observasi : pajak andong
Nama : Bapak Tri Haryono
Usia : 39 tahun
Pengalaman profesi : Kepala seksi angkutan dishub

Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kota Jogja, dari tahun ke tahun, jumlah andong yang beroperasi terus menyusut. Di tahun 2012, andong yang beroperasi sebanyak 380 unit. Angka ini terus menurun hingga awal tahun 2015 yang mencapai 320 unit. Padahal, sebelum bencana gempa 2006 lalu, jumlah andong yang aktif beroperasi di wilayah Kota Jogja masih mencapai 1.000 unit.

Dari berbagai penelitian, penyusutan jumlah andong ini berkaitan dengan banyak hal, seperti semakin kalah dengan alat transportasi modern, khususnya sepeda motor, minimnya jumlah penumpang, dan perawatan yang dibutuhkan oleh para pemilik andong. Namun dari berbagai permasalahan yang muncul, yang paling menonjol adalah faktor ekonomi. Para pemilik andong memilih menjual andong mereka kepada para pengusaha hotel atau penginapan karena tidak sanggup dengan biaya perawatan andong yang mereka rasakan cukup besar.

Dari diskusi kami dengan Pak Harjono, mengatakan bahwa biaya perawatan kuda menghabiskan 40 ribu rupiah sehari. Itupun hanya untuk perawatan kudanya. Untuk perawatan andongnya biasa dilakukan 3 bulan sekali atau ketika andong sudah dirasa memiliki masalah. Biayanyapun bervariatif. Antara 50-300 ribu rupiah. Pak Harjono juga menambahkan banyak teman sesama kusir andong beralih profesi karena telah banyak kendaraan bermotor bermunculan. Munculnya kendaraan bermotor ini dapat mengancam berkurangnya jumlah andong hingga punahnya andong di Kota Yogyakarta.

Para pemilik andong sejatinya juga khawatir, hilangnya andong asli Jogja akan berdampak pada sektor pariwisata secara umum di Kota Jogja. Para penarik andong juga merasa, selain untuk mencari penghidupan, menjalankan andong juga merupakan upaya melestarikan budaya. Dalam permasalahan ini, pemerintah, khususnya Pemprov DIY dan Pemkot Jogja sebagai pemangku kebijakan, harus segera mencari solusi, agar kekhawatiran andong bakal punah dan hilang dari Kota Jogja, tidak terjadi.

Mencoba menggali lebih dalam, kami berkunjung kedaerah bantul untuk mencari tempat pembuatan andong. Setelah perjalanan yang cukup lama, sampailah kami di rumah Pak Sumardi, pengrajin andong dari tahun 1970-an di Desa Jetis, Kelurahan Patalan, Kabupaten Bantul. Keluarga Pak Sumardi merupakan pengrajin andong dari tahun 1900-an. Dan Pak Sumardi merupakan generasi ketiga dari keluarganya sebagai pengrajin andong.

Ayah dari dua anak ini mengatakan bahwa pemesanan andong dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Meskipun Pak Sumardi tidak tahu jelas alasannya mengapa, tapi Pak Sumardi mengatakan bahwa penurunan penjualan andong ini didasari oleh banyaknya kusir andong yang beralih profesi dan malah menjual kembali andong mereka. Mendengar jawaban itupun kami bertanya kepada Pak Sumardi tentang bantuan dari pemerintah, “Adakah selama ini pemerintah turun tangan membantu Pak Sumardi?”. Pak Sumardi pun menjawab “Hanya sekali pemerintah datang ketempat ini, itupun hanya lihat-lihat. Setelah itu tidak pernah lagi.”. Mendengar jawaban Pak Sumardi kami merasa aneh. Bukankah pemerintah Jogja mengatakan bahwa andong adalah alat transportasi yang akan mereka jaga keberadaanya. Lantas mengapa pemerintah Jogja hanya sekali mendatangi tempat Pak Sumardi seorang pengrajin andong ini? Apalagi mengingat bahwa tempat pembuatan andong Pak Sumardi telah lama berdiri.

Setelah kami melakukan tanya jawab dengan Pak Sumardi, kamipun meminta izin untuk melihat-lihat tempat tinggal pengrajin andong ini. Setelah mendapat izin, kamipun langsung mencari tempat pembuatan andong dan koleksi andong buatan Pak Sumardi. Hal yang bisa kami katakan dari pengamatan kami adalah, tempat pembuatan andong Pak Sumardi sangat tradisional. Seakan-akan kami kembali ketahun 1990-an. Alat-alatnya masih sangat sederhana sekali. Pengapiannya masih menggunakan tenaga dorong atau pompa. Dan, lantainya yang masih berupa tanah yang hanya beratapkan genteng tua.

Maka kamipun tertarik dengan beberapa koleksi andong milik Pak Sumardi. Andong yang telah dicat berwarna-warni itu terlihat mengesankan meski belum dipasangkan dengan kuda. Dari penjelasan beliau ada satu andong yang beroda empat yang dititipkan adik Sri Sultan HB X, Gusti Yuda kepada beliau. Gusti Yuda mempercayakan perwatan andongnya kepada Pak Sumardi untuk beliau rawat daripada ditaruh di istana kesultanan. Suatu kebanggan oleh Pak Sumardi, yang dipercayai oleh seorang keluarga kesultanan di Jogja untuk merawat andongnya.

Setelah puas melihat-lihat tempat pembuatan andong milik Pak Sumardi, kamipun memohon izin untuk pamit. Ketika pamit, ada hal yang begitu menyentuh kami, yaitu senyuman Pak Sumardi dan kata-kata “Nanti datang lagi ya dik.” yang terlihat begitu tulus beliau sampaikan kepada kami. Kamipun berharap dan berdoa, semoga kami bisa memberikan bantuan lebih untuk melestarikan kendaraan tradisional ini.

Hari kamis itu kami berkumpul untuk mendiskusikan solusi yang bisa kami sampaikan untuk membantu melestarikan transportasi andong. Berbagai argumen dan fakta kami kumpulakan untuk menjadi bahan perbincangan. Dari celana kuda hingga rancangan pembuatan jalur alternatif bagi andong masuk jadi bahan diskusi kami. Berbagai kesimpulan kami dapatkan dalam pertemuan selama 3 jam tersebut.

Jika menurut pada berbagai akar persoalan andong tersisih akibat menjamurnya alat transportasi modern, khususnya sepeda motor, ataupun terjepit dengan alat transportasi lain seperti bus, pemerintah sudah seharusnya mengeluarkan kebijakan, seperti pemberian jalur khusus bagi andong. Jika akar persoalan pada masalah biaya operasional, pemerintah bisa memberikan sedikit subsidi bagi para pengelola. Dalam hal ini, pemerintah juga bisa menggandeng sejumlah institusi pelestari budaya maupun masyarakat umum, demi pelestarian andong.

Bagaimanapun juga, andong yang telah menjadi salah satu ikon pariwisata di Kota Yogyakarta harus tetap dipertahankan. Upaya pelestarian transportasi tradisional ini harus didukung oleh semua lapisan masyarakat. Jangan sampai, keberadaan andong hanya menjadi kisah masa lalu Kota Jogja di masa mendatang.

Terimakasih

Rabu, 18 Mei 2016

Pembahasan Kontribusi Kenichi Ohmae untuk Manajemen Strategi


Manajemen Strategi - Pembahasan Kontribusi Kenichi Ohmae untuk Manajemen Strategi

PENDAHULUAN

Profil Kenichi Ohmae Kenichi Ohmae adalah seorang pembicara publik dan konsultan manajemen. Ohmae, menurut Financial Times London, adalah “guru manajemennya Jepang.” “Mr Strategy” adalah julukan untuk Kenichi.

Pada tahun 1994, The Economist memilih dia sebagai salah satu dari lima guru manajemen di dunia. Sebagai penulis ia telah menerbitkan lebih dari 100 buku, banyak yang ditujukan untuk analisis bisnis dan sosial politik. Ohmae memiliki kekhawatiran besar di pikirannya tentang situasi dunia daripada bisnis itu sendiri. Dia khawatir tentang pemerintahan benua baru, semacam Perang Dingin, yang diperjuangkan oleh perusahaan bukan pemerintah, dan tentang pendidikan warga negara kita untuk dunia baru ini.

Dr. Kenichi Ohmae (lahir 21 Februari 1943) adalah salah satu pengamat bisnis terkemuka di dunia dan strategi perusahaan. Ia dikenal sebagai Bapak Strategi dan telah mengembangkan Model 3C. Ia memperoleh gelar BS dari Waseda University, MS dari Tokyo Institute of Technology, dan gelar doktor di bidang teknik nuklir dari Massachusetts Institute of Technology, dan kemudian bekerja sebagai insinyur desain senior untuk Hitachi. Kenichi Ohmae tinggal di Tokyo bersama istri dan dua putra.

Dia kemudian bergabung dengan McKinsey & Company, menjadi mitra senior, mengembangkan dan menjalankan operasi perusahaan Jepang selama beberapa tahun. Ia memperoleh pengetahuan yang tak tertandingi dan sensitivitas terhadap perkembangan di berbagai sektor bisnis. Untuk jangka waktu dua puluh tiga tahun, Dr Ohmae adalah partner senior di McKinsey & Company, Inc, perusahaan konsultan manajemen internasional. Sebagai co-founder dari praktek manajemen strategis, menjabat perusahaan dalam spektrum industri yang luas, termasuk industri elektronik dan konsumen, lembaga keuangan, telekomunikasi, peralatan kantor, peralatan fotografi, industri mesin, makanan, karet, dan bahan kimia. Ohmae telah menulis sejumlah buku, termasuk The End of the Nation State and The Borderless World.

Kontribusi Kenichi Ohmae untuk Manajemen Strategi

Kenichi Ohmae berkontribusi sejak dua puluh tahun yang lalu dengan bukunya tentang strategi perusahaan. Strategi bisnis yang sukses, katanya dalam “The Mind of Strategist”, tidak berasal dari analisis yang teliti tetapi dari proses berpikir yang pada dasarnya kreatif dan intuitif ketimbang rasional.

Setelah menulis apa yang banyak orang pandang sebagai kitab dari strategi perusahaan, Kenichi Ohmae beranjak ke perubahan bentuk dunia bisnis. Pemikirannya pada masalah ini telah dibawa bersama dalam buku terbarunya, yang telah disebut “the Invicible Continent”. he Invicible Continent adalah dunia di mana bisnis sekarang beroperasi, yang seperti sebuah benua, yang baru saja ditemukan.

Dibukunya terlihat ada empat Dimensi: 1. Dimensi Terlihat-hal fisik untuk membeli dan membuat.
2. Dunia Tanpa Batas-globalisasi tak terelakkan.
3. Dimensi Cyber​-Internet, ponsel.
4. Dimensi Kelipatan Tinggi-nilai berlebihan memakai beberapa saham oleh pasar saham

Tapi Ohmae memiliki kekhawatiran besar dipikirannya daripada di bisnis. Dia khawatir tentang pemerintahan benua baru, sekitar semacam Perang Dingin baru, yang diperjuangkan oleh perusahaan bukan pemerintah, dan tentang pendidikan warga negara kita untuk dunia baru ini.

Model 3C

Model 3C melihat faktor-faktor strategis yang dibutuhkan untuk sukses. Ini dikembangkan oleh Kenichi Ohmae, yaitu bisnis dan strategi perusahaan.Model 3C ini menunjukkan bahwa strategi harus fokus pada tiga faktor kunci untuk sukses. Dalam pembangunan strategi bisnis, yaitu tiga pemain utama yang harus dipertimbangkan:
1. The Corporations (Korporasi)
2. The Cutomers (Pelanggan)
3. The Competitors (Pesaing)

Hanya dengan mengintegrasikan tiga C (Corporation, Customer, and Competitors) dalam segitiga strategis, keunggulan kompetitif yang berkelanjutan baru perusahaan bisa eksis. Ohmae mengacu pada faktor-faktor kunci sebagai tiga C atau segitiga strategis.

Hito-Kane-Mono Sebuah frase favorit perencana bisnis Jepang adalah hito-kane-mono, berdiri untuk orang, uang dan hal. Mereka percaya bahwa manajemen perusahaan yang efisien dicapai bila ketiga sumber daya kritis yang seimbang tanpa surplus atau limbah. Sebagai contoh: Kas atas dan melampaui apa yang orang kompeten cerdas dapat mengeluarkan yang terbuang. Dari ketiga sumber daya kritis, dana harus dialokasikan. Korporasi pertama harus mengalokasikan bakat manajemen, berdasarkan mono tersedia (sesuatu): pabrik, mesin, teknologi, proses tahu-bagaimana dan kekuatan fungsional. Setelah ini hito (orang) telah mengembangkan ide-ide kreatif dan imajinatif untuk menangkap potensi bisnis, para kane (uang) harus diberikan pada ide-ide khusus dan program yang dihasilkan oleh manajer individu.

Buku dan Artikel oleh Kenichi Ohmae
Dia juga memberikan kontribusi dengan banyak artikel lewat publikasi yang luas (misalnya, Wall Street Journal, Harvard Business Review, Foreign Affairsi, New York Times).
1. The Mind of Strategist (McGraw-Hill).
2. Triad Power (Free Press),
3. Beyond National Borders (Dow Jones Irwin),
4. The Borderless World (Harper Business),
5. The End of the Nation State (Free Press),
6. The Evolving Global Economy (editor, Harvard Business School Press),
7. The Invisible Continent
8. Four Strategic Imperatives of New Economy(HarperCollins/Nicholas Brealey Publishing).


PEMBAHASAN
 
Pembagian Lingkungan Eksernal.
Dalam hal ini, ada dua jenis lingkungan eksternal, yaitu lingkungan eksternal makro dan lingkungan eksternal mikro. Lingkungan eksternal makro adalah lingkungan eksternal yang tidak langsung memberi pengaruh terhadap kegiatan dunia usaha. Sedangkan lingkungan eksternal mikro adalah lingkungan eksternal yang memberi kontribusi langsung terhadap kegiatan dunia usaha.

1. Lingkungan Eksternal makro :
- Politik

 Fokus analisis para perencana strategi dalam bidang politik antara lain:
a. Kebijakan moneter dan fiska
b. Peraturan perundang-undangan tentang tata laksana penyelenggaraan kewajiban pajak, baik perseorangan maupun perseroan
c. Undang-undang ketenagakerjaan
d. Kebijakan politik luar negeri

- Ekonomi

 Faktor-faktor ekonomi yang spesifik yang digunakan dalam analisis faktor eksternal perusahaan dalam kebijakan manajemen strategi antara lain:
a. Tahapan siklus bisnis. Perekonomian dapat digolongkan dalam keadaan depresi, resesi, recovery atau kemakmuran.
b. Gejala inflasi dan deflasi dalam harga barang dan jasa. Apabila terjadi inflasi yang sangat tajam perlu diadakan pengendalian upah dan harga.
c. Kebijakan keuangan, suku bunga dan revaluasi uang dalam hubungannya dengan mata uang asing.
d. Kebijakan fiscal, tingkat pajak untung perseorangan dan perusahaan.
e. Neraca pembayaran, surplus atau deficit dalam hubungannya dengan perdagangan luar negeri

- Sosial-Budaya
Hal-hal yang menjadi fokus pada bidang ini antara lain:
a. Agama dan keyakinan yang mendominasi.
b. Budaya atau adat istiadat masyarakat.
c. Penilaian masyarakat terkait dengan input dan output dari perusahaan.
d. Opini masyarakat akan produk dan perilaku perusahaan terkait dengan tanggung jawab social.
e. Gaya hidup yang akan menciptakan tren di masyarakat.

- Teknologi
 Terobosan teknologi dapat menciptakan pasar baru yang menimbulkan dampak yang signifikan terhadap lingkungan suatu perusahaan. Terobosan ini memungkinkan perusahaan untuk dapat menghasilkan produk dengan kualitas tinggi. Di masa depan perusahaan juga harus mengikutiperkembangan teknologi yang ada supaya tetap bisa survive dalam persaingan bisnis.

2. Lingkungan Eksternal Mikro
 Lingkungan mikro adalah hal-hal yang secara langsung mempengaruhi organisasi dari luar, antara lain:
- Pesaing, usaha yang berusaha mendapatkan sumberdaya yang sama dengan perusahaan. Intensitas persaingan tergantung oleh beberapa faktor:
a. Pertumbuhan industri ( industry growth )
b. Biaya tetap dan biaya penyimpanan ( fixed and strange cost )
c. Biaya pengalihan ( switching cost )
d. Konsentrasi dan keseimbangan ( concentrate and balance)

- Konsumen,
pihak yang membutuhkan sumberdaya dan produk yang dihasilkan perusahaan. Pembeli mempengaruhi industri melalui kemampuan mereka untuk menekan turunnya harga.
Faktor-faktor yang meningkatkan kekuatan tawar pembeli:
a. Pangsa pembeli yang besar
b. Biaya pengalihan ke produk lain yang relatif kecil.
c. Tidak atau minimnya differensiasi produk.
d. Banyaknya produk subsitusi.

- Stokis (supplier), menyediakan sumberdaya yang dibutuhkan organisasi. Pemasok dapat mempengaruhi industri dengan kemampuan mereka untuk menaikkan harga atau menurunkan kualitas barang atau jasa yang dibeli. Faktor yang mempengaruhi kuat tidaknya daya tawar pemasok:
a. Industri pemasok didominasi hanya sedikit perusahaan
b. Produk pemasok hanya memiliki sedikit pengganti barang subsitusi
c. Pembeli bukan merupakan pelanggan yang penting bagi pemasok
d. Produk pemasok didiferensiasi.
 
- Lembaga Pengatur dan Pemerintah,
alat-alat kewenangan yang berfungsi mengawasi, membuat aturan (hukum), dan memiliki kekuatan hukum yang dapat mempengaruhi pola kebijakan dan pola kerja organisasi.
- Rekanan Usaha (Mitra Usaha),
pihak-pihak yang melakukan kerja sama atau persekutuan dengan organisasi tersebut.
- Pendatang baru,
Pendatang baru dalam industri biasanya membawa kapasitas baru,sebagai usaha untuk mendapatkan keuntungan dari pasar saham, dan sumber daya penting. Beberapa faktor yang mempengaruhi mudah dan sulitnya memasuki suatu industry:
a. Skala Ekonomi ( economies of scala )
b. Differensiasi Produk ( proprietary product difference )
c. Identitas Merek ( brand identity)
d. Kebutuhan Modal ( capital requirement)
e. Lingkungan Operasi

3. Lingkungan Operasi

Lingkungan operasi adalah faktor-faktor dalam situasi kompetitif langsung yang mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan dalam memperoleh sumber daya yang dibutuhkan .

Lingkungan operasi biasanya lebih dipengaruhi oleh pengaruh atau pengendalian perusahaan dibandingkan dengan lingkungan jauh. Dengan demikian perusahaan dapat lebih proaktif dalam menangani lingkungan operasi dibandingkan dengan menangani lingkungan yang jauh. Lingkungan operasi di pengaruhi beberapa faktor :
- Posisi Kompetitif

Penilaian atas posisi kompetitif suatu perusahaan memperbaiki peluang perusahaan untuk mendesain strategi yang mengoptimalkan peluang lingkungannya.
- Profil Pelanggan.

 Mengembangkan profil pelanggan dan calon pelanggan perusahaan memperbaiki kemampuan manajer perusahaan untuk merencanakan operasi strategis, mengantisipasi perubahan dalam ukuran pasar dan alokasi sumber daya.
- Pemasok.
Suatu perusahaan mengandalkan secara teratur pemasok untuk mendapatkan dukungan keuangan, jasa, bahkan bahan baku karena sangat penting perusahaan untuk memiliki hubungan yang berkelanjutan dengan pemasok.
- Kreditor
Penilaian atas pemasok dan kreditor adalah sangat penting bagi evaluasi yang akurat atas lingkungan operasi perusahaan.

KESIMPULAN
Lingkungan eksternal perusahaan terdiri atas tiga kelompok faktor yang saling berkaitan dan memainkan peran penting dalam menentukan peluang, ancaman dan batasan yang dihadapi oleh perusahaan. Pertama Lingkungan yang makro mencakup faktor-faktor yang berasal dari luar jangkauan perusahaan dan biasanya tidak terkait dengan situasi operasional perusahaan antara lain bidang politik, ekonomi, social, budaya, teknologi dan ekologi. Kedua lingkungan mikro atau bidang yang lebih langsung mempengaruhi prospek perusahaan berasal dari lingkungan industrinya, termasuk hambatan bagi masuknya pendatang baru, kompetisi dengan pesaing, ketersediaan barang subtitusi dan kekuatan tawar menawar pemasok dan pembeli. Ketiga adalah lingkungan operasi, yaitu faktor-faktor dalam situasi kompetitif yang secara langsung mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan dalam memperoleh sumber daya yang dibutuhkan. Karena manajemen strategi dibuat untuk mencapai tujuan perusahaan secara umum maka desain strategi bisnis didasarkan pada keyakinan bahwa perusahaan mampu mengantisipasi kondisi bisnis masa depan yang akan memperbaiki kinerja dan profitabilitasnya.

DAFTAR PUSTAKA

Agustinus Sriwahyuni,1995,Manajemen Strategi , Pengantar berpikir strategi, Penerbit Binarupa Aksara, Jakarta.
Hitt,Michael A.,R.Duane Ireland,Robert Ehoskisson,1999.Manajemen Strategis, Jakarta :Penerbit Erlangga